Setiap komputer memiliki sebuah bagian penting yang disebut Central Processing
Unit (CPU) atau yang lebih dikenal dengan mikroprosesor. Sebagaimana halnya Integrated Circuit lainnya, mikroprosesor terdiri dari beberapa bagian kecil yang disebut dengan register. Pada arsitektur Intel x86 yang diperkenalkan oleh Intel Corporation pada tahun 1985, setiap mikroprosesor Intel memiliki beberapa jenis register berikut ini:
a. General Purpose Register
b. Pointer dan Index Register
c. Segment Register
d. Flag Register
Setiap jenis register memiliki fungsi-fungsi tersendiri. Berikut ini adalah rincian dari masing masing register.
1. General Purpose Register
General Purpose Register terdiri dari register AX, BX, CX dan DX. Masing-masing register memiliki ukuran 16 bit (2 byte) dan masih dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu high dan low. Artinya register AX terdiri AH dan AL, demikian juga BX (BH dan BL), CX (CH dan CL) dan DX (DH dan DL). Masing-masing bagian high dan low berukuran 8 bit (1 byte). Register AX disebut juga akumulator dan berhubungan dengan operasi khusus seperti aritmatika, IN, OUT, shift, logika dan operasi binary decimal.
Register BX disebut juga base register dan berfungsi pada operasi rotate, aritmatika,
shift dan logika. Register BX juga dapat digunakan untuk mereferensikan alamat memori. Register yang khusus digunakan untuk operasi perulangan (loop) dan pencacah (counter) adalah register CX. Data register atau register DX digunakan pada operasi perkalian (MUL) dan menyimpan sebagian hasil perkalian 32 bit atau menyimpan nilai sisa dari operasi pembagian (DIV). Register DX juga digunakan pada operasi input/output suatu port.
Dalam mempelajari teknik-teknik pengaksesan perangkat keras menggunakan
2. Pointer dan Index Register
Pointer dan index register digunakan untuk menunjukan suatu alamat memori, terdiri
Register SI (Source Index) dan DI (Destination Index) digunakan pada saat operasi
string jika kita membuat program dalam bahasa assembly murni. SI dan DI menyimpan nilai offset suatu string dalam segmen data memori. Register IP (Instruction Pointer) berfungsi menunjukan alamat suatu instruksi program dalam memori saat program dijalankan. Register
0F6C:0100 mov ah, 02
0F6C:0102 mov bl, 05
Arti instruksi diatas adalah saat program dijalankan register CS menunjukan alamat
0F6C heksadesimal dan register IP menunjukan alamat 0100 heksadesimal. Instruksi yang tersimpan adalah mov ah, 02 (simpan nilai 2 heksadesimal ke register AH). Hal yang sama juga terjadi pada baris kedua, pada baris kedua nilai register IP berubah menjadi 0102 yang sebelumnya 0100. Hal ini terjadi karena instruksi mov pada baris pertama menggunakan memori sebesar 2 byte.
Notasi CS:IP dapat dianalogikan dengan tabel atau matriks, dimana CS menunjukan
nomor baris sedangan register IP menunjukan nomor kolom. Dalam membuat program menggunakan bahasa pemrograman C++ seorang programmer tidak harus mengubah nilai-nilai CS:IP karena nilai-nilai dalam kedua register tersebut diatur oleh kompilator. Merupakan hal yang beresiko mengubah nilai-nilai pada register CS:IP karena pasangan register tersebut menunjukan alamat instruksi. Kesalahan mengubah nilai register CS:IP akan menyebabkan program berhenti melakukan eksekusi atau program mengalami hang.
3. Segment Register
Segment register terdiri dari CS (Code Segment), DS (Data Segment), SS (Stack
Dalam pemrograman C++ segment register umumnya tidak perlu diakses secara
4. Flag Register
Pada arsitektur awal Intel x86 terdapat beberapa flag register, yaitu:
- CF (Carry Flag), menandakan jika suatu instruksi ADD menghasilkan nilai carry, atau suatu instruksi SUB menghasilkan nilai borrow
- PF (Parity Flag), menandakan jika suatu instruksi menghasilkan nilai genap atau ganjil. Register ini akan bernilai 1 jika bilangan yang dihasilkan bernilai genap.
- AF (Auxiliary Carry Flag), digunakan untuk operasi desimal berkode binari (BCD), seperti pada operasi AAA (ASCII Adjust for Addition).
- OF (Overflow Flag), menandakan jika suatu operasi aritmatika mengalami overflow (melebihi jangkauan nilai yang telah ditentukan atau hasil operasi aritmatika melebihi ukuran register).
- SF (Sign Flag), digunakan pada operasi aritmatika yang menggunakan bilangan bertanda (bilangan positif atau bilangan negatif).
- ZF (Zero Flag), menandakan jika suatu operasi aritmatika menghasilkan nilai nol.
- DF (Direction Flag), digunakan pada operasi string yang menunjukan arah proses.
- IF (Interrupt Enable Flag), menandakan jika CPU akan memproses interupsi jika bernilai 1 atau mengabaikan interupsi jika bernilai nol.
- TF (Trap Flag), digunakan saat debugging, dengan mode single step.
- NT (Nested Task), digunakan untuk memantau jalannya interupsi yang terjadi secara beruntun.
- IOPL (I/O Protection Level), flag ini digunakan jika program berjalan pada mode 3 terproteksi (protected mode).
- PE (Protection Enable), flag ini digunakan untuk mengaktifkan mode terproteksi.
- MP (Monitor Coprocessor), digunakan untuk memantau kerja coprocessor dan menangani terjadinya instruksi WAIT.
- EM (Emulate Coprocessor), digunakan jika prosesor akan mengemulasikan kerja coprocessor.
- ET (Extention Type), digunakan untuk menentukan jenis coprocessor (80287 atau 80387).
- VF (Virtual 8086 Mode), digunakan jika ingin menjalankan aplikasi real mode pada protected mode.






1 comments:
hai salam kenal . saya nanda u pernah ngajar C++lanjutan y. mo nanya dong ada yg lebih detail gak soal register AX fungsinya soalnya saya kesulitan di situ kalo bisa semua
General Purpose Register. lalu pake servis pa ja + yg boleh diganti2 tu apa aja y trimakasih