STRUCT C++

Structure digunakan untuk mengelompokkan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda. Variable-variable yang membentuk sebuah structure dinamakan elemen structure. Structure sama seperti record.
Penggunaan structure nama_structur.nama_variabel
Deklarasi Structure
Structure dapat deklarasikan seperti berikut 
penamaan Struct di bawah
penamaan Struct di atas
 Pada deklarasi structure  atas, structure akan berubah menjadi sebuah tipe data maka tidak dapat digunakan secara langsung, sehingga di butuhkan variabel penampung agar bisa di gunakan. Lain hal dengan deklarasi structure bawah, structure dapat kita gunakan secara langsung tanpa variabel penampung.
contoh

struct
{
char nim[5];
char nama[15];
float nilai;
} mahasiswa;
struct  mahasiswa
{
char nim[5];
char nama[15];
float nilai;
}

pemanggilan struct dengan cara biasa (tanpa variabel) adalah dengan cara memanggil namastruct.elemenstruct
“mahahasiswa.nim”
“mahasiswa.nama”
berbeda pada contoh kedua, kita butuh variabel penampung dengan cara membuat mendeklarasiakan variabel spasi nama struct setelah struct
struct mahasiswa
{
char nim[5];
char nama[15];
float nilai;
}

nilai   mahasiswa;
sekarang kita dapat menggunakan struct mahasiswa melalui variabel nilai
“nilai.nim”
“nilai.nama”

Structure dengan Array
Penggunaan     Array    sering    dikaitkan    dengan    Structure,    sehingga
membentuk Array dari Structure. Berikut bentuk deklarasi array structure :
struct array.png

Contoh
/* ---------------------------------- */
/* Program Penggunaan array structure */
/* Nama File : struct3.cpp            */ 
/* ---------------------------------- */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
  int i, j=1;
  struct
  {
 char nim[5];
 char nama[15];
 float nilai;
  } mhs[5];
  clrscr();
  for(i=0; i<2; i++)
  {
 cout<<"masukan NIM         = "; cin>>mhs[i].nim;
 cout<<"masukan Nama        = "; cin>>mhs[i].nama;
 cout<<"masukan Nilai Akhir = "; cin>>mhs[i].nilai;
  }
for(i=0; i<2; i++)
  {
 cout<<"Data Ke - "<<j++<<endl;
cout<<"NIM         = "<<mhs[i].nim<<endl;
 cout<<"Nama        = "<<mhs[i].nama<<endl;
 cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i].nilai<<endl;
cout<<endl;
getch();
}
Hasil nya


Structure dengan Function
Suatu elemen-elemen dari suatu Structure dapat dikirimkan ke dalam
suatu function dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variabel
sederhana kedalam suatu function.
Berikut contoh sederhana yang anda dapat lihat pada contoh program
berikut :
Contoh
/* ------------------------------------------ */
/* Program Penggunaan structure pada function */
/* Nama File : struct4.cpp                    */ 
/* ------------------------------------------ */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
char ket(float n);
main()
{
  int i, j=1, k=1;
struct
  {
 char nim[5];
 char nama[15];
 float nilai;
  } mhs[5];
  clrscr();
  for(i=0; i<2; i++)
  {
 cout<<"Data Ke - "<<j++<<endl;
 cout<<"masukan NIM         = "; cin>>mhs[i].nim;
 cout<<"masukan Nama        = "; cin>>mhs[i].nama;
 cout<<"masukan Nilai Akhir = "; cin>>mhs[i].nilai;
cout<<endl;
  }
  clrscr();
  for(i=0; i<2; i++)
  {
 cout<<"Data Ke - "<<k++<<endl;
 cout<<"NIM         = "<<mhs[i].nim<<endl;
 cout<<"Nama        = "<<mhs[i].nama<<endl;
 cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i].nilai<<endl;
 cout<<"Keterangan yang didapat = ";
cout<<ket(mhs[i].nilai)<<endl;
cout<<endl;
  }
  getch();
}
char ket(float n)
{
   if(n > 65)
 return 'L';
   else
 return 'G';
}
Hasilnya

Download materi dari link berikut :



Function C++

Fungsi adalah suatu bagian dari program yang dirancang untuk melaksanakan

tugas tertentu dan letaknya dipisahkan dari program yang menggunakannya.  Elemen

utama dari program bahasa C berupa fungsi-fungsi, dalam hal ini program dari bahasa C, dibentuk dari kumpulan fungsi pustaka (standar) dan fungsi yang dibuat sendiri oleh

pemrogram.  Fungsi banyak digunakan pada program C dengan tujuan :

a.     Program menjadi terstruktur, sehingga mudah dipahami dan mudah 

       dikembangkan. dengan memisahkan langkah-langkah detail ke satu atau

       lebih fungsi-fungsi, maka  fungsi utama (main()) menjadi lebih pendek,

       jelas dan mudah dimengerti.

b.    Dapat  mengurangi pengulangan (duplikasi) kode.  Langkah-langkah

      program yang sama dan dipakai berulang-ulang di program dapat dituliskan

      sekali saja secaraterpisah dalam bentuk fungsi-fungsi.  Selanjutnya bagian

      program yang membutuhkan langkah-langkah ini tidak perlu selalu

      menuliskannya, tetapi cukup memanggil fungsi-fungsi tersebut.

Fungsi standar C yang mengemban tugas khusus contohnya adalah ;

   printf() , yaitu untuk menampilkan informasi atau data ke layar.

   scanf() , yaitu untuk membaca kode tombol yang diinputkan.

Pada umumnya fungsi memerlukan nilai masukan atau parameter yang disebut sebagai argumen. Nilai masukan ini akan diolah oleh fungsi.  Hasil akhir fungsi berupa sebuah nilai (disebut sebagai return value atau nilai keluaran fungsi)

Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut :

nama_fungsi(argumen)
{
… pernyataan / perintah;
… pernyataan / perintah; 
… pernyataan / perintah;
}
Keterangan:

-     Nama fungsi, boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan, tidak
menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti
sendiri.
-     Argumen, diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak
dibelakang nama fungsi. Argumen boleh diisi dengan suatu data atau
dibiarkan kosong.
-     Pernyataan / perintah, diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’.

Pada pemanggilan sebuah fungsi, cukup dengan menuliskan nama
fungsinya.

Sebuah fungsi yang sederhana bisa saja tidak mengandung parameter sama sekali dan tentu saja untuk keadaan ini deklarasi parameter juga tidak ada. Contoh  

int inisialisasi()
{
return(0);
}

Pada fungsi di atas :

   tipe keluaran fungsi tidak disebutkan, berarti keluaran fungsi ber tipe int.

   inisialisasi adalah nama fungsi

   Tanda () sesudah nama fungsi menyatakan bahwa fungsi tak memiliki     

      parameter.

   Tanda { dan } adalah awal dan akhir fungsi

   return(0) merupakan sebuah pernyataan dalam tubuh fungsi.

 

Terdapat dua macam para parameter fungsi, yaitu :


•      Parameter formal  adalah        variabel yang terdapat pada daftar
parameter yang berada didalam definisi fungsi
•       Parameter Aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan
suatu fungsi.
parameter fungsi

Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value ) 
Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan
dimasukkan keparameter formal. Dengan cara ini nilai parameter aktual
tidak bisa berubah, walaupun nilai dari parameter formal berubah. Berikut
contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut
/* ------------------------ */
/* Penggunaan Call By Value */
/* Program Tambah Nilai     */
/* ------------------------ */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
tambah(int m, int n);
main()
{
   int a, b;
   a = 5;
   b = 9;
   clrscr();
   cout<<"Nilai Sebelum Fungsi Digunakan ";
   cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b;
   tambah(a,b);
   cout<<"\nNilai Setelah Fungsi Digunakan";
   cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b;
   getch();
}

tambah(int m, int n)
{
  m+=5;
  n+=7;
  cout<<"\n\nNilai di dalam Fungsi Tambah()";
  cout<<"\nm = "<<m<<" n = "<<n;
  cout<<end;
}
Hasilnya sebagai berikut
by value
Pemanggilan dengan referensi ( Call by reference )
Pemanggilan dengan reference merupakan pemanggilan alamat suatu
variabel didalam fungsi. Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu
variabel yang diluar dari fungsi dengan melaksanakan pengubahan nilai
dari suatu variabel dilakukan didalam fungsi.
/* ---------------------------- */
/* Penggunaan Call By Reference */
/* Program Tambah Nilai         */ 
/* ---------------------------- */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
tambah(int *c, int *d);
main()
{
   int a, b;
   a = 4;
   b = 6;
   clrscr();
   cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi";
   cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b;
   tambah(&a,&b);
   cout<<endl;
   cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi";
   cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b;
   getch();
}
tambah(int *c, int *d)
{
  *c+=7;
  *d+=5;
  cout<<endl;
  cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tambah()";
  cout<<"\nc = "<<*c<<" d = "<<*d;
}

Hasilnya Sebagai Berikut
by reference


Pernyataan return()
Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada
fungsi yang lain yang memanggilnya. Pernyataan        return() diikuti oleh
argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan. Contoh pemakaian
pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut ;
/* -------------------------- */
/* Penggunaan Fungsi return() */
/* -------------------------- */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
tambah(int *c);   //prototype fungsi tambah
main()
{
   int a, b = 5;
   clrscr();
   a = tambah(&b);
   cout<<"Nilai Setelah Pemanggilan Fungsi adalah "<<a;
   getch();
tambah(int *c)   //fungsi tambah
{
 return(*c+=2);
}
}
Hasilnya sebagai berikut
by return
Download materi dari link berikut :


ARRAY C++

Variabel Array atau larik adalah salah satu tipe data terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe data yang sama. Suatu array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukkan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan yang lainnya. Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotak- kotak kecil didalam kotak panjang tersebut.

Array dapat dikelompokkan menjadi :
1.      Array Berdimensi Satu.
Sebelum digunakan variabel array perlu dideklarasikan, seperti halnya deklarasi variabel, hanya saja diikuti oleh suatu index yang menunjukkan jumlah maksimum data yang disediakan.
Bentuk Umum:


bentuk deklarasi dimensi satu

  
Tipe Data             : Menyatakan tipe data yang digunakan.
Ukuran                 : Menyatakan Jumlah Maksimum elemen array.
2.      Array Berdimensi Dua.
Array berdimensi 2 tersusun dalam bentuk baris dan kolom, dimana indeks pertama menunjukkan baris dan indeks kedua menunjukkan kolom. Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendataan nilai, pendataan penjualan,dsb.
Bentuk Umum :

Tipe Data                      : Menyatakan tipe data yang digunakan.
Index-1                          : Menyatakan Jumlah Baris.
Index-2                          : Menyatakan Jumlah Kolom.

bentuk deklarasi array dimensi dua

Keterangan :
1  Endl               : Menyisipkan Newline dan mengirimkan isi penyangga
                           keluaran ke piranti keluaran
Setw()           : Mengatur lebar field untuk suatu nilai sebesar n karakter.
Setprecision  : Menyetel presisi bilangan pecahan sebesar digit.
Setiosflags     : Mengatur perataan paragraph
ios::left          : Menyetel rata-kiri terhadap field yang diatur melalui Setw()
ios::right         : Menyetel rata-kanan terhadap field yang diatur melalui Setw()

Download materi dari link berikut :
-> Array.pdf


-> Latihan Array.pdf
 

Tipe Data, Variabel dan Konstanta

PENGENALAN TIPE DATA

Berikut Beberapa tipe data yang sering kita temui pada pemrograman C++, sama halnya pada tipe data yang sering kita temui pada bahasa pemrograman lainnya

Tipe Data

Ukuran

Memory

Jangkauan Nilai

Jumlah

 Digit

Char

1 Byte

-128 s.d 127

 

Int

2 Byte

-32768 s.d 32767

 

Short

2 Byte

-32768 s.d 32767

 

Long

4 Byte

-2147435648 s.d 2147435647

 

Float

4 Byte

3.4 x 10-38 s.d

3.4 x 10+38

5 – 7

Double

8 Byte

1.7 x 10-308 s.d

1.7 x 10+308

15 – 16

Long Double

10 Byte

3.4 x 10-4932 s.d

3.4 x 10+4932

19

Pada Pemrograman C++ kita tidak akan menemui adanya tipe data “STRING” yang berdiri sendiri seperti pada pemrograman PAsCAL. Jika kita ingin menggunakan tipe data string pada C++ maka kita akan menggunakan tipe data char dengan memberi range.

Cth : Char nama [20];

Dengan demikian si “nama” telah berubah tipe datanya menjadi string

VARIABEL

Variabel adalah Suatu tempat untuk menampung data atau konstanta di memori yang mempunyai nilai data yang dapat berubah – ubah selama proses program.

Syarat penulisan variable :

1.    Tidak boleh ada spasi.

2.    Tidak boleh diawali dengan angka dan menggunakan operator aritmatika.

Deklarasi Variabel :

       tipe data nama_variabel; 

Tipe Variabel

Simbol Deklarasi

Integer

int

Floating Point

float

Double Precision

double

Character/String

char

 

Contoh :

char grade;

char nama_mahasiswa[20];

int nilai;

float rata2;

 

KONSTANTA

Lain hal dengan konstanta, konstanta merupakan Tipe data yang bersifat tetap yang nilainya tidak dapat berubah ubah.

contoh sederhana yang kita temui sehari hari yakni : “Gula itu manis” dsb

Jenis Konstanta :

1.    Bilangan (Bulat dan Decimal)

2.    Text (Karakter dan String)

Karakter memakai tanda kutip satu (‘).

String memakai tanda kutip dua (“).

 Deklarasi Konstanta :

 

   const nama_konstanta = nilai konsanta;

Contoh :

const x = 100;

 




.