Fungsi adalah suatu bagian dari program yang dirancang untuk melaksanakan
tugas tertentu dan letaknya dipisahkan dari program yang menggunakannya. Elemen
utama dari program bahasa C berupa fungsi-fungsi, dalam hal ini program dari bahasa C, dibentuk dari kumpulan fungsi pustaka (standar) dan fungsi yang dibuat sendiri oleh
pemrogram. Fungsi banyak digunakan pada program C dengan tujuan :
a. Program menjadi terstruktur, sehingga mudah dipahami dan mudah
dikembangkan. dengan memisahkan langkah-langkah detail ke satu atau
lebih fungsi-fungsi, maka fungsi utama (main()) menjadi lebih pendek,
jelas dan mudah dimengerti.
b. Dapat mengurangi pengulangan (duplikasi) kode. Langkah-langkah
program yang sama dan dipakai berulang-ulang di program dapat dituliskan
sekali saja secaraterpisah dalam bentuk fungsi-fungsi. Selanjutnya bagian
program yang membutuhkan langkah-langkah ini tidak perlu selalu
menuliskannya, tetapi cukup memanggil fungsi-fungsi tersebut.
Fungsi standar C yang mengemban tugas khusus contohnya adalah ;
printf() , yaitu untuk menampilkan informasi atau data ke layar.
scanf() , yaitu untuk membaca kode tombol yang diinputkan.
Pada umumnya fungsi memerlukan nilai masukan atau parameter yang disebut sebagai argumen. Nilai masukan ini akan diolah oleh fungsi. Hasil akhir fungsi berupa sebuah nilai (disebut sebagai return value atau nilai keluaran fungsi)
Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut :
nama_fungsi(argumen)
{
… pernyataan / perintah;
… pernyataan / perintah;
… pernyataan / perintah;
}
Keterangan:
- Nama fungsi, boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan, tidak
menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti
sendiri.
- Argumen, diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak
dibelakang nama fungsi. Argumen boleh diisi dengan suatu data atau
dibiarkan kosong.
- Pernyataan / perintah, diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’.
Pada pemanggilan sebuah fungsi, cukup dengan menuliskan nama
fungsinya.
Sebuah fungsi yang sederhana bisa saja tidak mengandung parameter sama sekali dan tentu saja untuk keadaan ini deklarasi parameter juga tidak ada. Contoh
int inisialisasi()
{
return(0);
}
Pada fungsi di atas :
tipe keluaran fungsi tidak disebutkan, berarti keluaran fungsi ber tipe int.
inisialisasi adalah nama fungsi
Tanda () sesudah nama fungsi menyatakan bahwa fungsi tak memiliki
parameter.
Tanda { dan } adalah awal dan akhir fungsi
return(0) merupakan sebuah pernyataan dalam tubuh fungsi.
Terdapat dua macam para parameter fungsi, yaitu :
• Parameter formal adalah variabel yang terdapat pada daftar
parameter yang berada didalam definisi fungsi.
• Parameter Aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan
suatu fungsi.
![]() |
| parameter fungsi |
Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value )
Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan
dimasukkan keparameter formal. Dengan cara ini nilai parameter aktual
tidak bisa berubah, walaupun nilai dari parameter formal berubah. Berikut
contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut
/* ------------------------ */
/* Penggunaan Call By Value */
/* Program Tambah Nilai */
/* ------------------------ */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
tambah(int m, int n);
main()
{
int a, b;
a = 5;
b = 9;
clrscr();
cout<<"Nilai Sebelum Fungsi Digunakan ";
cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b;
tambah(a,b);
cout<<"\nNilai Setelah Fungsi Digunakan";
cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b;
getch();
}
tambah(int m, int n)
{
m+=5;
n+=7;
cout<<"\n\nNilai di dalam Fungsi Tambah()";
cout<<"\nm = "<<m<<" n = "<<n;
cout<<end;
}
Hasilnya sebagai berikut
![]() |
| by value |
Pemanggilan dengan referensi ( Call by reference )
Pemanggilan dengan reference merupakan pemanggilan alamat suatu
variabel didalam fungsi. Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu
variabel yang diluar dari fungsi dengan melaksanakan pengubahan nilai
dari suatu variabel dilakukan didalam fungsi.
/* ---------------------------- *//* Penggunaan Call By Reference *//* Program Tambah Nilai */ /* ---------------------------- */#include<conio.h>#include<stdio.h>#include<iostream.h>tambah(int *c, int *d);main(){ int a, b; a = 4; b = 6; clrscr(); cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi"; cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b; tambah(&a,&b); cout<<endl; cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi"; cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b; getch();}tambah(int *c, int *d){ *c+=7; *d+=5; cout<<endl; cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tambah()"; cout<<"\nc = "<<*c<<" d = "<<*d;}
/* ---------------------------- */
/* Penggunaan Call By Reference */
/* Program Tambah Nilai */
/* ---------------------------- */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
tambah(int *c, int *d);
main()
{
int a, b;
a = 4;
b = 6;
clrscr();
cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi";
cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b;
tambah(&a,&b);
cout<<endl;
cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi";
cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b;
getch();
}
tambah(int *c, int *d)
{
*c+=7;
*d+=5;
cout<<endl;
cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tambah()";
cout<<"\nc = "<<*c<<" d = "<<*d;
}
Hasilnya Sebagai Berikut
![]() |
| by reference |
Pernyataan return()
Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada
fungsi yang lain yang memanggilnya. Pernyataan return() diikuti oleh
argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan. Contoh pemakaian
pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut ;/* -------------------------- *//* Penggunaan Fungsi return() *//* -------------------------- */#include<conio.h>#include<stdio.h>#include<iostream.h>tambah(int *c); //prototype fungsi tambahmain(){int a, b = 5;clrscr();a = tambah(&b);cout<<"Nilai Setelah Pemanggilan Fungsi adalah "<<a;getch();tambah(int *c) //fungsi tambah{return(*c+=2);}}
Hasilnya sebagai berikut
![]() |
| by return |
Download materi dari link berikut :
-> Function.pdf










0 comments: