Troubleshooting Motherboard

Kasus:
Baterai CMOS hanya bekerja sementara waktu.
Solusi:
Kadang-kadang baterai bekerja dengan bagus. Kemudian, kadang-kadang kita mendapatkan kesalahan pada baterai tersebut yaitu sistem tidak bisa mengenali waktu dengan baik. Hal ini disebabkan karena baterai kehilangan tegangan dan koneksi yang buruk antara baterai dengan motherboard. Untuk mengati hal tersebut, maka langkah yang bisa diambil adalah mengganti baterai mati.

Kasus:
Mengganti pengaturan CMOS tetapi tidak muncul perubahannya.
Solusi:
Ketika keluar dari pengaturan CMOS, pastikan memilih “Save and Exit” untuk menyimpan segala perubahan yang sudha dilakukan dan keluar dari setup tersebut. Memilih Exit Without Saving akan menyebabkan segala pengaturan dan perubahan yang sudah dilakukan terhadap CMOS tidak akan disimpan.

Kasus:
Sistem kehilangan Waktu, Pengaturan, atau kesalahan pada bateraĆ­.
Solusi:
Baterai mati atau habis. Segera ganti yang baru.

Kasus:
Permasalahan umum yang sering terjadi pada motherboard.
Solusi:
Ada beberapa hal yang harus dicek dan diper-hatikan, yaitu sebagai berikut:

  1. Apakah semua peralatan yang terpasang pada motherboard sudah bekerja dengan masksimal atau belum, Komponen tersebut meliputi: motherboard, processor, memory, VGA Card, dan drive. Jika ada salah satu yang tidak terpasang dengan benar, maka sistem tidak akan bekerja dengan baik. Apakah semua kabel konektor sudah dihubungkan ke masing-masing komponen.
  2. Coba lepaskan segala komponen satu demi satu untuk mengetahui kesalahan yang terjadi.
  3. Apakah pengaturan jumper sudah benar atau belum? Anda harus mengatur jumper untuk berbagai tipe perangkat keras yang terpasang, misalny jumper untuk processor. Jumper tersebut akan terkait dengan tipe, kecepatan, voltage, kecepatan bus, dan lain-lain.
  4. Jika merasa tidak yakin dalam mengatur sebuah BIOS, aturlah dalam kondisi normal atau default.
  5. Apakah bentuk motherboard masih bagus ataukah ada yang cacat? Apakah ada kaki atau pin yang ada di motherbaord dalam keadaan patah atau tidak?
  6. Apakah power supply yang dipasang mempunyai daya yang cukup atau tidak? Jika menambah beberapa komponen perangkat keras yang baru ke komputer, apakah daya power supply yang ada sanggup memenuhi kebutuhan tersebut atau tidak? Daya power supply yang standar adalah berkisar 230 atau 250 watt.

Kasus:
Motherboard pecah atau rusak.
Solusi:
Kalau menghadapi kondisi tersebut, maka mau tidak mau harus membeli motherbaord yang baru. Tidak dapat memperbaiki motherboard yang rusak tersebut dan setelah membeli motherboard yang baru, berhati-hatilah dalam memasang suatu card ke motherboard.

Kasus:
Terdapai pin yang bengkok pada motherboard.
Solusi:
Kalau menjumpai pin yang bengkok pada motherboard, berhati-hatilah untuk meluruskan kembali pin tersebut dan pastikan kabel power yang terpasang ke listrik sudah dimatikan dan dicopot. Jika pin tersebut sampai patah, maka tidak bisa berbuat apa-apa dan harus membeli motherbaord yang baru.

Kasus:
Bagaimana bisa mendapatkan driver chipset untuk motherboard yang dimiliki.
Solusi:
Download driver tersebut pada situs yang tersedia. Biasanya pembuat atau manufaktur dari perangkat keras menyediakan situs yang berisi driver update yang bisa didownload kapan saja. Update driver ini mempunyai fungsi yang sangat vital bagi kinerja suatu perangkat keras

Troubleshooting Casing dan Power Supply

Kasus:
UPS tidak bisa mengatasi tegangan dengan baik.
Solusi:
Kemungkinan UPS yang dimiliki, baterainya dalam kondisi yang lemah. Segera isi ulang baterai tersebut supaya kapasitas dan kekuatannya menjadi penuh kembali. Apabila baterai sudah dalam keadaan penuh, tetapi permasalahan masih terjadi, maka kemungkinan besar permasalahan terletak pada UPS.

Kasus:
Kipas yang ada di power supply tidak bekerja atau mengeluarkan suara yang berisik.
Solusi:
Perlu melepaskan power supply. Sebelum nantinya akan dipasang kembali, bersihkan debu yang menempel pada power supply tersebut dengan menggunakan peralatan yang memang disiapkan untuk membersihkan debu. Dalam kondisi yang bersih, maka power supply tidak akan mengeluarkan suara yang berisik dan akan bekerja dengan baik.

Kasus:
Power supply mengeluarkan suara yang berderit-derit.
Solusi:
Kemungkinan besar permasalahan tersebut terletak pada kipas prosesor. Bersihkan kipas prosesor tersebut. Tetapi apabila setelah dibersihkan masih mengalami kondisi yang sama, maka permasalahan tersebut terletak pada beberapa konrponen elektronik yang ada di sekitar power supply.

Kasus:
Lampu penerangan suram dan kompufer booting ulang.
Solusi:
Kemungkinan tegangan listrik tidak stabil dan memerlukan UPS untuk menangani masalah tersebut. Segera beli UPS untuk menangani masalah tersebut, karena apabila dibiarkan maka PC lama kelamaan akan rusak karena tegangan yang tidak stabil.

Kasus:
Ketika menghidupkan komputer, tidak terjadi apa-apa, tetapi power supply tidak mau hidup.
Solusi:
Pastikan semua komponen terpasang dan terhubung pada power dan mendapatkan daya dari power supply tersebut. Jika kita menggunakan casing komputer dengan power supply yang bertipe ATX, Kita harus mengecek konektor dari switch power ke konektor Power Switch yang ada di motherboard. Sangat sering terjadi, khususnya ketika memasang case compute dengan sistem ATX, konektor yang dipasang keliru dan terbali sehingga menyebabkan PC tidak bisa menyala. Jika konektornya sudah terpasang dengan benar, maka permasalahannya terletak pada power supply yang jelek. Segera ganti power supply tersebut dengan yang baru.

Kasus:
Mode Power Saving atau Standby yang ada di Windows 98 tidak bekerja dengan baik.
Solusi:
Ada beberapa komponen yang menyebabkan permasalahan diatas, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan fasilitas Power Management sedang aktif. Untuk mengaktifkannya, lakukan langkah-langkah sebagai berikut: Klik Start/Settings/Control panel/klik dua kali icon Power Management untuk memastikan Power schemes dalam kondisi Always on dan aturlah waktu yang diinginkan untuk menampilkan aktivitas power Management pada monitor dan hard disk.
  2. Tutup semua aplikasi yang sedang terbuka dan aktif. Ikuti instruksi yang ada pada Clean Boot untuk menutup semua software atau program yang sedang terbuka dan aktif. Begitu software tersebut tertutup, otomatis fasilitas Power Saving/Standby akan muncul.
  3. Screen Savers. Non-aktifkan semua screen saver. Screen saver tersebut misalnya 3D Flower Box, 3D Flying Objects, 3D Maze and 3D Text. Apabila screen saver ini sudah hilang maka fitur Power Saving/standby akan muncul.
  4. Power Management Aktif/Tidak Aktif pada CMOS. Secara umum, komputer mempunyai kontrol power management dalam BIOS. Cek CMOS komputer untuk memastikan bahwa Power Management aktif pada CMOS. Kalau ternyata ada masalah, maka kemungkinan driver dari APM ada yang rusak atau corrupt.
Komponen Hardware dapat menyebabkan mode Power Saving/Standby tidak bekerja dengan Beberapa perangkat keras, misalnya USB dapat menyebabkan mode Power Saving/Standby tidak bisa bekerja dengan baik.

Pengenalan Register pada C++ lanjutan part II

Pada pemrograman C++, nilai-nilai pada Flag Register tidak diberikan secara manual oleh programmer, tetapi diatur oleh sistem operasi pada saat program C++ dijalankan. Register-register yang telah dibahas sebelumnya hanya menyimpan data dan jenis

instruksi yang akan dijalankan oleh mikroprosesor. Lalu pertanyaannya adalah bagaimana memerintahkan mikroprosesor melaksanakan instruksi tertentu. Jawabnya adalah dengan melakukan interupsi (interrupt). Interupsi adalah permintaan kepada mikroprosesor untuk melakukan tugas tertentu, ketika terjadi interupsi maka mikroprosesor menghentikan dahulu instruksi yang sedang dikerjakan dan menjalankan tugas yang diminta sesuai dengan interupsi yang diberikan.

Terdapat dua jenis interupsi, yaitu interupsi BIOS dan interupsi DOS. Interupsi BIOS

(Basic Input Output System) ditanam pada chip ROM BIOS oleh pabrik komputer sedangkan interupsi DOS (Disk Operating System) hanya dapat digunakan jika komputer menjalankan sistem operasi DOS atau Microsoft Windows. Berikut ini adalah tabel yang menjelaskan daftar interupsi BIOS dan DOS.


Tabel I.1. Daftar Interupsi BIOS


Nomor

Interupsi

Nama Interupsi

Nomor

Interupsi

Nama Interupsi

00h

Divide By Zero

10h

Video Service

01h

Single Step

11h

Equipment Check

02h

Non-Maskable Interrupt (NMI)

12h

Memory Size

03h

Break Point

13h

Disk Service

04h

Arithmatic Overflow

14h

Communication (RS-232)

05h

Print Screen

15h

Cassette Service

06h

Reserved

16h

Keyboard Service

07h

Reserved

17h

Printer Service

08h

Clock Tick (Timer)

18h

ROM BASIC

09h

Keyboard

19h

Bootstrap Loader

0ah

I/O Channel Action

1ah

BIOS Time and Date

0bh

COM 1 (serial 1)

1bh

Control Break

0ch

COM 2 (serial 2)

1ch

Timer Tick

0dh

Fixed Disk

1dh

Video Initialization

0eh

Diskette

1eh

Disk Parameters

0fh

LPT 1 (Parallel 1)

1fh

Graphics Character



Tabel I.2. Daftar Interupsi DOS



Nomor Interupsi

Nama Interupsi

20h

Terminate Program

21h

DOS Function Services

22h

Terminate Code

23h

Ctrl-Break Code

24h

Cirtical Error Handler

25h

Absolute Disk Read

26h

Absolute Disk Write

27h

Terminate But Stay Resident



Pada kedua tabel diatas, setelah nomor interupsi selalu diakhiri oleh huruf h.

Maksud dari huruf tersebut adalah nomor-nomor interupsi yang digunakan diberikan dalam bentuk bilangan heksadesimal. Pada saat membuat program yang sesungguhnya menggunakan Borland C++ 5.02 programmer dapat mengetikan nomor interupsi dalam bentuk bilangan desimal (basis 10), oktal (basis 8) atau heksadesimal (basis 16). Penulisan ketiga bentuk bilangan tersebut mengikuti aturan yang ditetapkan oleh grammar bahasa C++, yaitu dituliskan sebagaimana biasanya jika menggunakan bilangan desimal (misalnya: 10, 45, dan 150), diawali dengan karakter “0” jika menggunakan bilangan oktal (misalnya: 012, 055, dan 0226) dan diawali dengan karakter “0x” jika menggunakan bilangan heksadesimal (misalnya 0x0a, 0x2d, dan 0x96).


Contoh kode program silahkan download disini LINK

untuk membuka archiving gunakan password "doctocom" kemudian ekstract klik di kode-program.ide

Pengenalan Register dan Interupsi pada c++ lanjutan part I

Setiap komputer memiliki sebuah bagian penting yang disebut Central Processing

Unit (CPU) atau yang lebih dikenal dengan mikroprosesor. Sebagaimana halnya Integrated Circuit lainnya, mikroprosesor terdiri dari beberapa bagian kecil yang disebut dengan register. Pada arsitektur Intel x86 yang diperkenalkan oleh Intel Corporation pada tahun 1985, setiap mikroprosesor Intel memiliki beberapa jenis register berikut ini:

a. General Purpose Register

b. Pointer dan Index Register

c. Segment Register

d. Flag Register

Setiap jenis register memiliki fungsi-fungsi tersendiri. Berikut ini adalah rincian dari masing masing register.


1. General Purpose Register


General Purpose Register terdiri dari register AX, BX, CX dan DX. Masing-masing register memiliki ukuran 16 bit (2 byte) dan masih dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu high dan low. Artinya register AX terdiri AH dan AL, demikian juga BX (BH dan BL), CX (CH dan CL) dan DX (DH dan DL). Masing-masing bagian high dan low berukuran 8 bit (1 byte). Register AX disebut juga akumulator dan berhubungan dengan operasi khusus seperti aritmatika, IN, OUT, shift, logika dan operasi binary decimal.

Register BX disebut juga base register dan berfungsi pada operasi rotate, aritmatika,

shift dan logika. Register BX juga dapat digunakan untuk mereferensikan alamat memori. Register yang khusus digunakan untuk operasi perulangan (loop) dan pencacah (counter) adalah register CX. Data register atau register DX digunakan pada operasi perkalian (MUL) dan menyimpan sebagian hasil perkalian 32 bit atau menyimpan nilai sisa dari operasi pembagian (DIV). Register DX juga digunakan pada operasi input/output suatu port.

Dalam mempelajari teknik-teknik pengaksesan perangkat keras menggunakan Borland C++ 5.02, General Purpose Register akan banyak digunakan. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memahami fungsi-fungsi dari register ini.


2. Pointer dan Index Register

Pointer dan index register digunakan untuk menunjukan suatu alamat memori, terdiri dari SP, BP, SI, DI dan IP. Register SP (Stack Pointer) dan BP (Base Pointer) berfungsi menunjukan alamat stack saat terjadi operasi PUSH (menyimpan nilai ke dalam stack) dan POP (membaca nilai di dalam stack).


Register SI (Source Index) dan DI (Destination Index) digunakan pada saat operasi

string jika kita membuat program dalam bahasa assembly murni. SI dan DI menyimpan nilai offset suatu string dalam segmen data memori. Register IP (Instruction Pointer) berfungsi menunjukan alamat suatu instruksi program dalam memori saat program dijalankan. Register IP berpasangan dengan register CS (Code Segment) yang menyimpan semua kode program 2 dalam bentuk binari saat program dijalankan dan dimuat dalam memori. Register IP dan CS dituliskan dalam notasi CS:IP, misalkan:


0F6C:0100 mov ah, 02

0F6C:0102 mov bl, 05


Arti instruksi diatas adalah saat program dijalankan register CS menunjukan alamat

0F6C heksadesimal dan register IP menunjukan alamat 0100 heksadesimal. Instruksi yang tersimpan adalah mov ah, 02 (simpan nilai 2 heksadesimal ke register AH). Hal yang sama juga terjadi pada baris kedua, pada baris kedua nilai register IP berubah menjadi 0102 yang sebelumnya 0100. Hal ini terjadi karena instruksi mov pada baris pertama menggunakan memori sebesar 2 byte.

Notasi CS:IP dapat dianalogikan dengan tabel atau matriks, dimana CS menunjukan

nomor baris sedangan register IP menunjukan nomor kolom. Dalam membuat program menggunakan bahasa pemrograman C++ seorang programmer tidak harus mengubah nilai-nilai CS:IP karena nilai-nilai dalam kedua register tersebut diatur oleh kompilator. Merupakan hal yang beresiko mengubah nilai-nilai pada register CS:IP karena pasangan register tersebut menunjukan alamat instruksi. Kesalahan mengubah nilai register CS:IP akan menyebabkan program berhenti melakukan eksekusi atau program mengalami hang.


3. Segment Register


Segment register terdiri dari CS (Code Segment), DS (Data Segment), SS (Stack Segment) dan ES (Extra Segment) yang masing-masing berukuran 16 bit (2 byte). Register CS berpasangan dengan IP berfungsi menyimpan alamat instruksi, register DS berpasangan dengan register DX (DS:DX) yang menyimpan alamat data. Register SS (Stack Segment) menyimpan alamat memori stack sedangkan ES (Extra Segment) menyimpan alamat segment tambahan.


Dalam pemrograman C++ segment register umumnya tidak perlu diakses secara langsung karena segment register telah diatur oleh kompilator.


4. Flag Register


Pada arsitektur awal Intel x86 terdapat beberapa flag register, yaitu:

  • CF (Carry Flag), menandakan jika suatu instruksi ADD menghasilkan nilai carry, atau suatu instruksi SUB menghasilkan nilai borrow
  • PF (Parity Flag), menandakan jika suatu instruksi menghasilkan nilai genap atau ganjil. Register ini akan bernilai 1 jika bilangan yang dihasilkan bernilai genap.
  • AF (Auxiliary Carry Flag), digunakan untuk operasi desimal berkode binari (BCD), seperti pada operasi AAA (ASCII Adjust for Addition).
  • OF (Overflow Flag), menandakan jika suatu operasi aritmatika mengalami overflow (melebihi jangkauan nilai yang telah ditentukan atau hasil operasi aritmatika melebihi ukuran register).
  • SF (Sign Flag), digunakan pada operasi aritmatika yang menggunakan bilangan bertanda (bilangan positif atau bilangan negatif).
  • ZF (Zero Flag), menandakan jika suatu operasi aritmatika menghasilkan nilai nol.
  • DF (Direction Flag), digunakan pada operasi string yang menunjukan arah proses.
  • IF (Interrupt Enable Flag), menandakan jika CPU akan memproses interupsi jika bernilai 1 atau mengabaikan interupsi jika bernilai nol.
  • TF (Trap Flag), digunakan saat debugging, dengan mode single step.
  • NT (Nested Task), digunakan untuk memantau jalannya interupsi yang terjadi secara beruntun.
  • IOPL (I/O Protection Level), flag ini digunakan jika program berjalan pada mode 3 terproteksi (protected mode).
  • PE (Protection Enable), flag ini digunakan untuk mengaktifkan mode terproteksi.
  • MP (Monitor Coprocessor), digunakan untuk memantau kerja coprocessor dan menangani terjadinya instruksi WAIT.
  • EM (Emulate Coprocessor), digunakan jika prosesor akan mengemulasikan kerja coprocessor.
  • ET (Extention Type), digunakan untuk menentukan jenis coprocessor (80287 atau 80387).
  • VF (Virtual 8086 Mode), digunakan jika ingin menjalankan aplikasi real mode pada protected mode.

cara memPerpanjang masa aktif domain gratis co.cc

CO.CC:Free Domain

Seperti domain biasanya, domain co.cc juga harus diperpanjang. Beberapa kasus yang ada menyebutkan untuk memperpanjang domain co.cc diperlukan bayaran, tapi sebenarnya tidak, perpanjangan domain co.cc masih tetap gratis.
Nah bagaimana carangnya ??

Caranya begini,
ada satu syarat yang harus dipenuhi, yaitu domain anda harus digunakan untuk pribadi bukan untuk komersial. Masalahnya, mengenai penilaian personal atau commercial tidak diberikan penjelasan secara detail. Tapi, sebaiknya anda coba dulu.

Bagi anda yang ingin memperpanjang atau me-renew domain co.cc anda, silahkan ikuti Langkah- langkah di bawah ini.
  1. Masuk ke akun co.cc anda dengan mengklik tulisan Returning user, sign in here di atas menubar.
  2. Klik tulisan renew pada domain yang akan diperpanjang.
    Perpanjang domain co.cc
  3. Pilih Personal, dan centang tanda If the purpose is not personal....
    Renew domain co.cc
  4. Klik tombol Continue.
Domain anda sekarang sudah diperpanjang. Anda bisa langsung mengaksesnya, tidak harus menunggu seperti saat pertama menggunakan domain co.cc.



Semoga berhasil!

Legalkan XP mu...

Bagi para pengguna PC yang memiliki keterbatasan modal dalam hal sistem operasi berbayar, ssalah satu solusi yang paling ampuh adalah dengan membeli Sistem Operasi tiruan [Beli di abang-abangan geetooooo,,,,, ;) ] hahaha
Manakala menggunakan tiruan, sering kali ada keraguan saat sistem operasi melakukan UPDATE, [ntar kena blacklist ], sekarang ada solusinya nehhh
yuk coba
berikut langkah-lankahnya :



1. Click pada Start dan kemudian Run.

2. pada kotak teks di jendela Run, ketik regedit dan klik OK. Ini akan membuka program Registry Editor.

3. Cari HKEY_LOCAL_MACHINE >>pada folder di bawah My Computer dan klik pada (+) tanda berikutnya nama folder untuk melihat isi folder.

4. Teruskan mengeksplor folder sampai Anda mencapai HKEY_LOCAL_MACHINE \ Software \ Microsoft \ WindowsNT \ Current Version \ WPAEvents registry key

5. Click pada folder WPAEvents.

6.muncul jendela di sebelah kanan, cari OOBETimer.

7. click kanan di entry OOBETimer dan pilih Modify dari menu yang dihasilkan.

8. Gantilah nilainya, setidaknya satu digit di kotak Nilai data teks dan klik OK. Hal ini akan menonaktifkan Windows XP.

9. Click pada Start dan kemudian Run.

10. pada kotak teks di jendela Run, ketik perintah berikut dan klik OK. % Systemroot% \ system32 \ oobe \ msoobe.exe / a.

11. ketika jendela Aktivasi Produk muncul, pilih Ya, saya ingin telepon perwakilan layanan pelanggan untuk mengaktifkan Windows dan kemudian klik Berikutnya.

12. Click Kunci Produk.

13. Masukkan Serial baru Anda, yang valid terhadap Windows XP dalam kotak teks New key dan kemudian klik Update.

14. jika Anda akan diarahkan kembali ke layar sebelumnya dan diminta, pilih Ingatkan saya nanti.

15. Restart PC Anda dan mengaktifkan Windows.

Serialnya Bisa coba pake ini nih

V2C47-MK7JD-3R89F-D2KXW-VPK3J

H689T-BFM2F-R6GF8-9WPYM-B6378

WCBG6-48773-B4BYX-73KJP-KM3K3

SELAMAT MENIKMATI.....

Bersih Bersih Harddisk

Mungkin selama ini kita ribet dengan berbagai tools pembersih harddisk, sekarang semuanya jadi gak seribet itu lagi, karena Ga pake software tambahan buat ngebersihin HDD dari sampah-sampah seperti Temp, History, Cookies, dsb. Kita juga bisa kok mengaturnya dengan mengedit file autoexec.bat yang tersuperhidden di direktori OS misalnya di C: cuma tinggal,
Tambahkan script berikut di file autoexec.bat:

set temp=C:\Windows\temp
set tmp=C:\Windows\temp
echo Deleting Temporary Files
deltree /y c:\Windows\Cookies\*.*
deltree /y c:\Windows\History\*.*
deltree /y c:\Windows\Recent\*.*
deltree /y c:\Windows\tempor~1\*.*
deltree /y c:\Windows\temp\*.*


Perintah di atas digunakan untuk menghapus semua yang ada di folder ...\Cookies , misalkan. Walaupun di dalamnya terdapat folder. Kalo perintah /y itu untuk konfirmasi langsung (Yes), jadi perintah berjalan otomatis.
selamat mencoba

source link
 




.