Pengenalan Register dan Interupsi pada c++ lanjutan part I

Setiap komputer memiliki sebuah bagian penting yang disebut Central Processing

Unit (CPU) atau yang lebih dikenal dengan mikroprosesor. Sebagaimana halnya Integrated Circuit lainnya, mikroprosesor terdiri dari beberapa bagian kecil yang disebut dengan register. Pada arsitektur Intel x86 yang diperkenalkan oleh Intel Corporation pada tahun 1985, setiap mikroprosesor Intel memiliki beberapa jenis register berikut ini:

a. General Purpose Register

b. Pointer dan Index Register

c. Segment Register

d. Flag Register

Setiap jenis register memiliki fungsi-fungsi tersendiri. Berikut ini adalah rincian dari masing masing register.


1. General Purpose Register


General Purpose Register terdiri dari register AX, BX, CX dan DX. Masing-masing register memiliki ukuran 16 bit (2 byte) dan masih dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu high dan low. Artinya register AX terdiri AH dan AL, demikian juga BX (BH dan BL), CX (CH dan CL) dan DX (DH dan DL). Masing-masing bagian high dan low berukuran 8 bit (1 byte). Register AX disebut juga akumulator dan berhubungan dengan operasi khusus seperti aritmatika, IN, OUT, shift, logika dan operasi binary decimal.

Register BX disebut juga base register dan berfungsi pada operasi rotate, aritmatika,

shift dan logika. Register BX juga dapat digunakan untuk mereferensikan alamat memori. Register yang khusus digunakan untuk operasi perulangan (loop) dan pencacah (counter) adalah register CX. Data register atau register DX digunakan pada operasi perkalian (MUL) dan menyimpan sebagian hasil perkalian 32 bit atau menyimpan nilai sisa dari operasi pembagian (DIV). Register DX juga digunakan pada operasi input/output suatu port.

Dalam mempelajari teknik-teknik pengaksesan perangkat keras menggunakan Borland C++ 5.02, General Purpose Register akan banyak digunakan. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memahami fungsi-fungsi dari register ini.


2. Pointer dan Index Register

Pointer dan index register digunakan untuk menunjukan suatu alamat memori, terdiri dari SP, BP, SI, DI dan IP. Register SP (Stack Pointer) dan BP (Base Pointer) berfungsi menunjukan alamat stack saat terjadi operasi PUSH (menyimpan nilai ke dalam stack) dan POP (membaca nilai di dalam stack).


Register SI (Source Index) dan DI (Destination Index) digunakan pada saat operasi

string jika kita membuat program dalam bahasa assembly murni. SI dan DI menyimpan nilai offset suatu string dalam segmen data memori. Register IP (Instruction Pointer) berfungsi menunjukan alamat suatu instruksi program dalam memori saat program dijalankan. Register IP berpasangan dengan register CS (Code Segment) yang menyimpan semua kode program 2 dalam bentuk binari saat program dijalankan dan dimuat dalam memori. Register IP dan CS dituliskan dalam notasi CS:IP, misalkan:


0F6C:0100 mov ah, 02

0F6C:0102 mov bl, 05


Arti instruksi diatas adalah saat program dijalankan register CS menunjukan alamat

0F6C heksadesimal dan register IP menunjukan alamat 0100 heksadesimal. Instruksi yang tersimpan adalah mov ah, 02 (simpan nilai 2 heksadesimal ke register AH). Hal yang sama juga terjadi pada baris kedua, pada baris kedua nilai register IP berubah menjadi 0102 yang sebelumnya 0100. Hal ini terjadi karena instruksi mov pada baris pertama menggunakan memori sebesar 2 byte.

Notasi CS:IP dapat dianalogikan dengan tabel atau matriks, dimana CS menunjukan

nomor baris sedangan register IP menunjukan nomor kolom. Dalam membuat program menggunakan bahasa pemrograman C++ seorang programmer tidak harus mengubah nilai-nilai CS:IP karena nilai-nilai dalam kedua register tersebut diatur oleh kompilator. Merupakan hal yang beresiko mengubah nilai-nilai pada register CS:IP karena pasangan register tersebut menunjukan alamat instruksi. Kesalahan mengubah nilai register CS:IP akan menyebabkan program berhenti melakukan eksekusi atau program mengalami hang.


3. Segment Register


Segment register terdiri dari CS (Code Segment), DS (Data Segment), SS (Stack Segment) dan ES (Extra Segment) yang masing-masing berukuran 16 bit (2 byte). Register CS berpasangan dengan IP berfungsi menyimpan alamat instruksi, register DS berpasangan dengan register DX (DS:DX) yang menyimpan alamat data. Register SS (Stack Segment) menyimpan alamat memori stack sedangkan ES (Extra Segment) menyimpan alamat segment tambahan.


Dalam pemrograman C++ segment register umumnya tidak perlu diakses secara langsung karena segment register telah diatur oleh kompilator.


4. Flag Register


Pada arsitektur awal Intel x86 terdapat beberapa flag register, yaitu:

  • CF (Carry Flag), menandakan jika suatu instruksi ADD menghasilkan nilai carry, atau suatu instruksi SUB menghasilkan nilai borrow
  • PF (Parity Flag), menandakan jika suatu instruksi menghasilkan nilai genap atau ganjil. Register ini akan bernilai 1 jika bilangan yang dihasilkan bernilai genap.
  • AF (Auxiliary Carry Flag), digunakan untuk operasi desimal berkode binari (BCD), seperti pada operasi AAA (ASCII Adjust for Addition).
  • OF (Overflow Flag), menandakan jika suatu operasi aritmatika mengalami overflow (melebihi jangkauan nilai yang telah ditentukan atau hasil operasi aritmatika melebihi ukuran register).
  • SF (Sign Flag), digunakan pada operasi aritmatika yang menggunakan bilangan bertanda (bilangan positif atau bilangan negatif).
  • ZF (Zero Flag), menandakan jika suatu operasi aritmatika menghasilkan nilai nol.
  • DF (Direction Flag), digunakan pada operasi string yang menunjukan arah proses.
  • IF (Interrupt Enable Flag), menandakan jika CPU akan memproses interupsi jika bernilai 1 atau mengabaikan interupsi jika bernilai nol.
  • TF (Trap Flag), digunakan saat debugging, dengan mode single step.
  • NT (Nested Task), digunakan untuk memantau jalannya interupsi yang terjadi secara beruntun.
  • IOPL (I/O Protection Level), flag ini digunakan jika program berjalan pada mode 3 terproteksi (protected mode).
  • PE (Protection Enable), flag ini digunakan untuk mengaktifkan mode terproteksi.
  • MP (Monitor Coprocessor), digunakan untuk memantau kerja coprocessor dan menangani terjadinya instruksi WAIT.
  • EM (Emulate Coprocessor), digunakan jika prosesor akan mengemulasikan kerja coprocessor.
  • ET (Extention Type), digunakan untuk menentukan jenis coprocessor (80287 atau 80387).
  • VF (Virtual 8086 Mode), digunakan jika ingin menjalankan aplikasi real mode pada protected mode.

cara memPerpanjang masa aktif domain gratis co.cc

CO.CC:Free Domain

Seperti domain biasanya, domain co.cc juga harus diperpanjang. Beberapa kasus yang ada menyebutkan untuk memperpanjang domain co.cc diperlukan bayaran, tapi sebenarnya tidak, perpanjangan domain co.cc masih tetap gratis.
Nah bagaimana carangnya ??

Caranya begini,
ada satu syarat yang harus dipenuhi, yaitu domain anda harus digunakan untuk pribadi bukan untuk komersial. Masalahnya, mengenai penilaian personal atau commercial tidak diberikan penjelasan secara detail. Tapi, sebaiknya anda coba dulu.

Bagi anda yang ingin memperpanjang atau me-renew domain co.cc anda, silahkan ikuti Langkah- langkah di bawah ini.
  1. Masuk ke akun co.cc anda dengan mengklik tulisan Returning user, sign in here di atas menubar.
  2. Klik tulisan renew pada domain yang akan diperpanjang.
    Perpanjang domain co.cc
  3. Pilih Personal, dan centang tanda If the purpose is not personal....
    Renew domain co.cc
  4. Klik tombol Continue.
Domain anda sekarang sudah diperpanjang. Anda bisa langsung mengaksesnya, tidak harus menunggu seperti saat pertama menggunakan domain co.cc.



Semoga berhasil!

Legalkan XP mu...

Bagi para pengguna PC yang memiliki keterbatasan modal dalam hal sistem operasi berbayar, ssalah satu solusi yang paling ampuh adalah dengan membeli Sistem Operasi tiruan [Beli di abang-abangan geetooooo,,,,, ;) ] hahaha
Manakala menggunakan tiruan, sering kali ada keraguan saat sistem operasi melakukan UPDATE, [ntar kena blacklist ], sekarang ada solusinya nehhh
yuk coba
berikut langkah-lankahnya :



1. Click pada Start dan kemudian Run.

2. pada kotak teks di jendela Run, ketik regedit dan klik OK. Ini akan membuka program Registry Editor.

3. Cari HKEY_LOCAL_MACHINE >>pada folder di bawah My Computer dan klik pada (+) tanda berikutnya nama folder untuk melihat isi folder.

4. Teruskan mengeksplor folder sampai Anda mencapai HKEY_LOCAL_MACHINE \ Software \ Microsoft \ WindowsNT \ Current Version \ WPAEvents registry key

5. Click pada folder WPAEvents.

6.muncul jendela di sebelah kanan, cari OOBETimer.

7. click kanan di entry OOBETimer dan pilih Modify dari menu yang dihasilkan.

8. Gantilah nilainya, setidaknya satu digit di kotak Nilai data teks dan klik OK. Hal ini akan menonaktifkan Windows XP.

9. Click pada Start dan kemudian Run.

10. pada kotak teks di jendela Run, ketik perintah berikut dan klik OK. % Systemroot% \ system32 \ oobe \ msoobe.exe / a.

11. ketika jendela Aktivasi Produk muncul, pilih Ya, saya ingin telepon perwakilan layanan pelanggan untuk mengaktifkan Windows dan kemudian klik Berikutnya.

12. Click Kunci Produk.

13. Masukkan Serial baru Anda, yang valid terhadap Windows XP dalam kotak teks New key dan kemudian klik Update.

14. jika Anda akan diarahkan kembali ke layar sebelumnya dan diminta, pilih Ingatkan saya nanti.

15. Restart PC Anda dan mengaktifkan Windows.

Serialnya Bisa coba pake ini nih

V2C47-MK7JD-3R89F-D2KXW-VPK3J

H689T-BFM2F-R6GF8-9WPYM-B6378

WCBG6-48773-B4BYX-73KJP-KM3K3

SELAMAT MENIKMATI.....

Bersih Bersih Harddisk

Mungkin selama ini kita ribet dengan berbagai tools pembersih harddisk, sekarang semuanya jadi gak seribet itu lagi, karena Ga pake software tambahan buat ngebersihin HDD dari sampah-sampah seperti Temp, History, Cookies, dsb. Kita juga bisa kok mengaturnya dengan mengedit file autoexec.bat yang tersuperhidden di direktori OS misalnya di C: cuma tinggal,
Tambahkan script berikut di file autoexec.bat:

set temp=C:\Windows\temp
set tmp=C:\Windows\temp
echo Deleting Temporary Files
deltree /y c:\Windows\Cookies\*.*
deltree /y c:\Windows\History\*.*
deltree /y c:\Windows\Recent\*.*
deltree /y c:\Windows\tempor~1\*.*
deltree /y c:\Windows\temp\*.*


Perintah di atas digunakan untuk menghapus semua yang ada di folder ...\Cookies , misalkan. Walaupun di dalamnya terdapat folder. Kalo perintah /y itu untuk konfirmasi langsung (Yes), jadi perintah berjalan otomatis.
selamat mencoba

source link

Optimalisasi Windows XP

Sistem operasi Windows XP memiliki banyak fitur dan komponen tertanam dalam sistem operasi. Tetapi beberapa fitur ternyata tidak perlu digunakan tetapi Windows XP tetap melakukan loading kedalam sistem computer.

Windows XP melakukan loading dari module program yang lengkap dengan tujuan untuk menyamankan pemakai sistem operasi selalu siap tersedia. Sayangnya tidak semua orang membutuhkan module program yang diloading dari sistem Default WinXP. Selain memakan resource memory karena module dijalankan pertama kali ketika computer bekerja, terkadang malah membuat sistem operasi Windows menjadi sedikit lebih lambat.

Fitur module program yang tidak diperlu dapat dimatikan melalui fasilitas SERVICE.MSC.

Caranya:

Masuk ke bagian Start dan Run serta ketik "service.msc". Selanjutnya akan muncul daftar service dari program module yang defaultnya selalu diloading oleh Windows XP. Untuk mematikan service module Windows, pada gambar kedua anda melihat pada daftar program dan STATUS. Pada daftar status, anda dapat melihat apakah program Module Windows XP selalu dijalankan ketika pertama kali Windows bekerja, atau secara otomatis bila dibutuhkan baru bekerja dan terakhir tidak dijalankan sama sekali (Disable)

Dibawah ini adalah daftar komponen Windows secara default diloading tetapi kemungkinan tidak diperlukan untuk beberapa kebutuhan (Sumber Techtree)

Unused Module
Fungsi module yang dapat dimatikan (Disable)
Computer Browser

Module ini untuk memonitor daftar dari computer yang terhubung kedalam jaringan Network.

Module Computer Browser dapat dimatikan bila anda mengunakan computer dirumah tanpa terhubung dengan network / LAN

Distributed Link Tracking Client

Module ini difungsikan untuk memonitor hubungan antar NTFS file didalam computer sendiri atau jaringn network dengan nama domain. Fungsi module ini hanya dibutuhkan bila seseorang membutuhkan link ke computer lain pada sebuah file.

Tidak semua orang membutuhkan link dari dan ke computer anda untuk sebuah file dan anda dapat mematikan (Disable).

Error Reporting Service

Fungsi module Error Reporting Service adalah memberikan laporan bila Windows XP terganggu.

Fungsi ini tidak berguna dan dapat di Disable

Help and Support

Mendapatkan file support dengan menekan F1 untuk mengaktifkan.

Apakah anda cukup sering melakukan dan membaca help file dari Windows ?, matikan fitur ini

Indexing Service

Indexes contents and properties of files on local and remote computers bertujuan untuk mempercepat access ke file dengan cara antiran secara flexibel.

Service ini tidak dibutuhkan

Net Logon

Supports pass-through authentication of account logon events for computers in a domain. Bila anda terhubung dengan network dan sebuah domain. Fitur ini diperlukan

Tetapi bila anda hanya mengunakan computer sendiri saja dan tidak memiliki domain. Fitur ini dapat dimatikan

NetMeeting Remote Desktop Sharing

FItur ini untuk memberikan access ke computer anda melalui Netmeeting lewat jaringan Intranet.

Jika anda tidak berkenan memberikan access kepada orang lain, khususnya dengan cara Remote ke computer anda. Sebaiknya fitur ini dimatikan

Network Location Awareness (NLA)

Module ini untuk mencatat dan menyimpan daftar network konfigurasi serta informasi lokasi.

Fungsi ini tidak membantu, dan dapat dimatikan

Network Provisioning Service

Manages XML configuration files on a domain basis for automatic network provisioning

Tidak dibutuhkan untuk computer home dan sistem simple network. Fitur dapat dimatikan

Performance Logs and Alerts

Fitur module untuk mencatat performa computer dan kegiatan lain yang dicatat pada sebuah file (Log file)

Anda tidak perlu pusing dengan performa sistem Windows anda, matikan karena tidak banyak berguna untuk stand-alone.

Portable Media Serial Number Service

Retrieves the serial number of any portable media player connected to this computer.

Fungsi module ini tidak berguna dan hanya diperuntukan bagi Windows Media based/compatible ("PlaysForSure") portable. Pemakai MP3 tidak membutuhkan fitur ini dan sebaiknya dimatikan

QoS RSVP

Menyediakan pengiriman network signal dan kontrol pada local traffic

Fungsi module dengan konsep memberikan bandwidth lebih besar bagi kebutuhan aplikasi. Nyatanya fungsi ini tidak terlalu berdampak. Pilihan dapat dimatikan atau tetap digunakan

Remote Desktop Help Session Manager

Manages and controls Remote Assistance."

Belum diketahui fungsinya untuk apa, Remote Assistance bisa diterima. Atau tidak diperlukan dan dapat dimatikan

Remote Registry

Memberikan otorisasi remote user memodifikasi registry pada sebuah computer

Sebaiknya dimatikan

Security Center

Monitors system security settings and configurations." Menampilkan Pop Up ketika firewall down, Anti virus telah out o date atau sistem Windows update sengaja dimatikan.

Bila anda selalu memonitor ke 3 fungsi diatas, fitur ini dapat dimatikan.Karena fungsi Security center hanya memonitor dan bukan mencegah dan lebih baik mengawasi langsung dari program pengaman anda

Server

Dukungan file server seperti printer, file untuk berbagi atau share didalam network

Bisa dibutuhkan bisa tidak, bila anda tidak melakukan share antar computer didalam network. Fitur ini dapat dimatikan.

Smart Card

Manages access to smart cards read by this computer."

Anda mengunakan Smart Card pada computer anda. Bila tidak sebaiknya dimatikan

SSDP Discovery Service

Enables discovery of UPnP devices on your home network." Windows akan memonitor hardware lain dengan sistem Plug and Play.

Fungsi ini dapat dimatikan bila anda tidak lagi menambah perangkat lain atau hardware yang anda gunakan adalah permanen. Tetapi bila anda mengunakan banyak hardware sebaiknya fitur ini tetap diaktifkan

System Restore Service

Performs system restore functions. Windows dapat mengembalikan sistem Windows dengan melakukan restore bila set point backup dilakukan. Dengan mengaktifkan system restore akan lebih mudah mengembalikan Windows bila terjadi crash serta malfunction dan mengembalikan Windows XP ke waktu anda melakukan backup.

Ada pendapat, sistem restore tetap diaktifkan karena lebih cepat mengembalikan sistem Windows seperti set point terakhir. Sayangnya sistem ini mengambil space pada storage. Keuntungannya, anda dengan cepat dapat mengembalikan sistem WinXP yang bermasalah

Pilihannya adalah antara kebutuhan anda apakah mengunakan sistem restore untuk mengembalikan Windows dengan penentuan set point yang anda lakukan. Atau mematikan (Disable) tetapi dengan resiko, bila terjadi crash pada Windows anda harus mengulang menginstall kembali. Keuntungan, anda mendapat space storage lebih besar

TCP/IP NetBIOS Helper

Provides user experience theme management support for NetBIOS over TCP/IP (NetBT) service and NetBIOS name resolution

Matikan bila anda tidak memerlukan NetBIOS untuk network

Themes

Provides user experience theme management. Untuk alasan performa, seperti menampilkan interface Win2000. Fitur ini dapat dijalankan melalui Desktop Properti. Jadi tidak ada alasan module ini diload

Anda dapat mematikan fitur ini

Uninterruptible Power Supply

Manages an uninterruptible power supply (UPS) connected to the computer

Sudah jelas fungsinya bila anda mengunakan UPS memerlukan fungsi ini, fitur ini khusus hanya untuk UPS yang terhubung ke computer melalui COM port. Bila tidak dapat mematikan

Wireless Zero Configuration

Menyediakan fungsi otomatis untuk Wireless network adaptor.

Bila anda tidak memiliki perangkat WIFI dapat dimatikan.

WMI Performance Adapter

Provides performance library information from WMI HiPerf providers

Tidak jelas untuk apa, dan dapat dimatikan

Workstation

Creates and maintains client network connections to remote servers. Jika anda mengunakan sharing file didalam network, biarkan fungsi ini tetap bekerja.

Bila anda tidak mengunakan fitur sharing dan computer anda berdiri sendiri / stand alone. Fitur ini dapat dimatikan dan tidak berdampak pada koneksi internet


Mengunakan optimisasi dengan cara merubah Service, registry dan mematikan fitur pada sistem Windows XP tidak lepas dari beberapa resiko. Sebaiknya anda sudah mengetahui apa yang anda lakukan dengan resiko terbesar yaitu Windows XP anda tidak dapat bekerja dengan baik sampai tidak dapat masuk ke layar Desktop WinXP.

Jangan lupa, melakukan perubahan Windows XP ada ditangan anda, dan resiko ditanggung oleh anda sendiri.


source: link

Melindungi processor sebelum overheating

Kebanyakan produsen motherboard umumnya sudah melengkapi proteksi untuk CPU dan system motherboard. Perlengkapan ini disebut Hardware monitoring. Pengendalian dari system monitoring dilakukan oleh sebuah chip yang mengontrol seluruh sistem motherboard seperti kecepatan fan, panas/ temperature processor, voltage dan sebagainya. Salah satu option adalah untuk memonitoring suhu processor ini sebenarnya memberikan maanfaat yang sangat berarti bagi processor. Manfaatnya adalah memberikan Warning secara dini terhadap temperature yang melebihi dari standard yang diijinkan. Tetapi pemakai pemula terkadang lupa mengaktifkan option ini dan bila suatu hari processor terjadi overheating, maka barulah menyadari manfaat option tersebut

Untuk memprediksikan kemungkinan dari terjadinya overheating dapat disebabkan oleh beberapa hal:

  1. Fan untuk pendingin CPU macet, rusak.
  2. Fan menurun speednya dibawah 20% dari kecepatan standard sebelum benar benar rusak.
  3. Kecepatan fan yang menurun perlahan-lahan dan mencapai 50% dibawah standard sebelumnya.
  4. Terjadinya pergeseran heatsink dengan plate pendingin CPU dan Heatsink tidak menempel sempurna ke processor
  5. Melakukan over voltage tetapi system pendingin (fan) tidak mendukung

Kemungkinan ke 5, Perlakuan ini memang sengaja dilakukan , tetapi tidak memperkirakan dampak bagi processor. Umumnya peningkatan Vcore dengan overclock adalah untuk meningkatkan kecepatan processor diatas standard. Meningkatkan Vcore untuk processor membantu membuat processor bekerja lebih stabil. Tetapi dengan meningkatkan Voltage untuk processor juga akan meningkatkan temperature processor dan panas yang berlebihan dapat terjadi. Dalam waktu dekat processor memang tidak akan rusak, tetapi untuk jangka panjang sebaiknya memperbaiki sistem pendingin untuk processor.

Kemungkinan ke 4 memang jarang terjadi dan hanya mereka yang suka membuka pasang heatsink kemungkinan hal ini bisa terjadi pergeseran heatsink. Temperature akan meningkat drastis dan menyebabkan computer cepat hang dalam beberapa saat. Tetapi yang membahayakan adalah heatsink yang tidak sepenuhnya terlepas dan sulit sekali terditeksi sebelum CPU terjadi overheating dan akhirnya rusak.

Kemungkinan ke 3 , umumnya amat sering karena kualitas fan yang asal-asalan dibeli dan tidak memeriksa terlebih dahulu. Kebanyakan hal ini dilakukan oleh penjual processor type OEM atau disebut Tray. Processor jenis ini umumnya mengunakan heatsink dan fan yang tidak standard, dan untuk menekan biaya penjualan mereka mengunakan fan yang murah. Memang dalam waktu dekat tidak akan terlihat masalah pada temperature , tetapi bila computer digunakan berjam-jam akan terlihat temperature meningkat walaupun tidak melebihi batas maksimum.

Kemungkinan ke 2, masalah ini muncul dari masalah ke 3, karena temperature yang terus meningkat dari hari ke hari, panas yang dikeluarkan dari heatsink akan membuat fan menjadi rusak. Fan yang dibuat dari plastik dan motor elektrik memiliki batas toleransi terhadap panas. Dan bila mencapai 50 deg.C lama kelamaan coil akan melemah. Dapat juga terjadi karena debu yang tersedot kedalam fan dan membuat fan menjadi berat, sehingga coil motor bekerja ekstra yang akhirnya melemah kemampuannya dan menurunkan speedn sebelum fan menjadi rusak

Kemungkinan ke 1. ada 2 penyebab dari kerusakan fan. dari point 2 dan 3 yang membuat fan benar-benar rusak dan membuat processor overheating. Fan tersebut mendadak rusak tetapi tidak diketahui kapan terjadi. Penyebab lain adalah dari umur fan itu sendiri, motor elektrik memiliki batas usia pemakaian sebelum motor tersebut rusak. Dan masalah ini terkadang sulit sekali diduga, karena memang membutuhkan waktu lama. Fan yang berkualitas memang memiliki umur panjang. Permasalahannya adalah kita tidak mengehui fan mana yang memang benar benar aman digunakan.

Ada beberapa cara pencegahan walaupun hal ini terlalu berlebihan, tetapi mengapa tidak dicoba :

  • Memakai heatsink diatas standard, yaitu dengan menganti Heatsink yang ukurannya lebih besar. Bila suatu hari fan processor rusak, minimal dengan heatsink besar masih dapat mempertahankan temperature processor di tengah batas toleransi. Ketika fan rusak, maka heatsink besar akan menyebarkan panas keseluruhan casing dan panas tersebut akan mudah diketahui dari luar dengan memegang casing yang memiliki udara panas tidak normal keluar dari casing dan fan power supply..
  • Membuat fan cadangan pada processor. Dengan double fan, maka processor akan bekerja lebih baik dan temperature dari processor dapat ditekan seminimal mungkin.
  • Memberikan setting pada BIOS untuk menditeksi temperature yang melebihi standard. Aktifkan temperature warning dari BIOS dan set serendah mungkin. Untuk processor umumnya beroperasi baik pada maksimal temperature 45 deg. C maksimal. Dan processor akan terjadi mulfunction pada temperature 50-90 Deg. C. Temperature processor secara umum bekerja antara 28 - 45 Deg. C tergantung jenis dan teknologi yang digunakan. Seperti Pentium III coopermine akan bekerja pada panas normal untuk processor antara 35-40 deg.C dengan maksimal 60 deg. C. Dengan mengaktifkan "Warning Temperature" pada BIOS, maka bila overheating, system hardware monitoring akan memberikan peringatan suara melalui speaker computer. Setting "Temperature Warning" juga dapat disetting pada Software dari pembuat motherboard.
Setting CPU warning "Disable"


Setting CPU warning "Enable"

source : link

Cara mengganti domain blogspot ke co.cc











Artikel ini saya post berdasarkan pengalaman, Biasanya ketika membuat blog di blogger, kita akan mendapat nama blog http://namablog.blogspot.com, kita bisa merubah nama domain blog dengan yang lebih bagus. Salah satu layanan penyedia domain gratis yaitu co.cc. Jadi nantinya nama domain blog kita akan menjadi http://namablog.co.cc.

Ok, marilah kita mulai saja, caranya adalah sebagai berikut :

1. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mendaftar pada layanan co.cc ini.
2. Dapatkan nama domain terlebih dahulu dengan mengisi pada kotak yang tersedia, dan
klik Check Availability.
3. Setelah mendapatkan nama domain, selanjutnya Masuk pada menu Domain setting >>
Manage Domain dan klik Setup
4. Abaikan Menu 1) " manage DNS" / kosongkan name servernya anda langsung klik menu
2)"Zona Record"
5. Isi add record dengan isian sebagai berikut :
Host : isi dengan nama domain yang sudah anda daftarkan misal : www.namablog.co.cc
TTL : 1 D (tidak perlu dirubah)
Type : cname
Value : ghs.google.com
6. Kemudian klik Setup


Kita telah selesai setting pada co.cc, kemudian tinggal setting di blogger:

1. Masuk / login ke blogger.com.
2. Masuk menu setting >>> Publishing
3. Kemudian pilih “Switch to: • Custom Domain”
4. Klik already “Already own a domain? Switch to advanced settings”
5. Isikan pada kolom “Your Domain” dengan domain co.cc yang anda daftarkan tadi.
6. Use a missing files host? pilih No.
7. Masukan Word Verivication dan klik Save setting.

Udah dehhh... mudah banget kann!!
Blog kita sekarang sudah berganti nama domain menjadi co.cc gak pake embel embel blogspot lagi, tinggal nunggu proses sinkronisasi nya aja, yah paling lambat 24 jam lah
selamat mencoba...

 




.